Friday, September 5, 2014

Not to give up after repentance

 I'm touched by this article. you should have to read once too. link below:
http://www.suhaibwebb.com/islam-studies/history/after-repentance-comes-hardship/



“And [He also forgave] the three who were left behind [and regretted their error] to the point that the earth closed in on them in spite of its vastness and their souls confined them and they were certain that there is no refuge from Allah except in Him. Then He turned to them so they could repent. Indeed, Allah is the Accepting of repentance, the Merciful.” [Qur'an, 9:118]

We are taught that no matter we do, Allah’s doors are open. No matter how big your mistake or how far you have been, just return to Allah, subhanahu wa ta`’ala (exalted is He). He is there—and because He is at-Tawwab, He wants to accept your turning back to Him. It is like when we are taught as children to own up to our mistakes: “I won’t be mad at you,” our parents might say, “just tell me if you broke the vase.” But what happens if, after we turn back, or own up to our mistake, we suffer even more hardship?

https://www.flickr.com/photos/californianativeplants/13564376694
Photo: Don Davis

This beautiful verse talks about that. Ka`b bin Malik, radi Allahu `anhu (may God be pleased with him), made a big mistake. He procrastinated at a time when the Muslims were in desperate need of everyone’s help and cooperation, until he could no longer contribute. He stayed behind during the Battle of Tabuk, and he had no legitimate excuse.

When the army came back more than a month later, Ka`b was worried. He contemplated lying to the Prophet ﷺ(peace be upon him). But he knew he could not do that, because he knew that even if he lied to the Prophet ﷺ, Allah (swt) knows that he did wrong. So he told the truth.
What do we imagine to be the response? He told the truth, so he should be let off easy, right?
This is where repentance shows its sincerity. The Prophet ﷺ told him (and two others who told the truth that they had no excuse not to join the expedition) to wait for Allah’s decree. In the meantime, none of the Muslims were allowed to speak to them. Ka`b felt terrible. He said to one of the Companions, “Do you know that I love Allah and His Messenger?” This continued for a long time.

Many of us would feel disheartened. We would wish that we lied. We would feel that our repentance was not accepted, otherwise why would we be punished like this? To add to that, some of the Christian Arab tribes heard about this and invited Ka`b (ra) to join them, saying they would support him.
What would you do? Imagine if you committed a sin, then repented. But after the repentance, all you find is hardship. Then you are tempted to sin again. Would you give up?

This story of Ka`b bin Malik (ra) teaches us not to give up after repentance. He refused their invitation, even though as the verse tells us, they felt that “the earth closed in on them”. He continued praying to Allah (swt). And the reward for that was being remembered in the Qur’an for eternity in the verse quoted above, as an example to all those who struggle after repentance. Allah (swt) will accept you.

Sometimes we need to learn from our mistakes. Being let off easy doesn’t help us, especially if we committed a wrong knowing it is wrong. Allah (swt) shows us in this example that even when it seems like He is punishing you, it is only for your own good. And if you are patient, and turn to Him even in that scenario, you will get something you could not have even imagined. As Allah (swt) reminds us:

“And whoever fears Allah – He will make for him a way out. And will provide for him from where he does not expect.” [Qur'an, 65:2-3]

Turning back to Allah—repentance—only brings good. Do not allow Shaytan (Satan) to mess with your head and tell you the reason you are facing hardship is because your repentance was not accepted. Allah (swt) has named Himself at-Tawwab, meaning He accepts ALL those who turn back to Him. He would never reject you and Allah never turns away the broken-hearted. Just be patient, and remind yourself that Allah is teaching you, like he taught Ka`b (ra). And remind yourself that, just like Ka`b (ra), Allah (swt) will give you something better than you could ever imagine.

Tuesday, August 19, 2014

Kembali pada cinta hakiki

Ketenangan yang sebenar dan hakiki lahir dari hati yang suci.
Ketenangan itu milik Allah, milik Dia yang mencipta manusia dan alam
Ketenangan akan datang dengan hadirnya Dia di dalam hati manusia

tapi...


Fitrah manusia yang tak pernah puas seperti aku,
Cinta yang satu ini sering sahaja dinodai dengan cinta yang tak sepatutnya
Cinta kepada kebendaan, Cinta kepada manusia, Cinta kepada kerjaya, Cinta kepada harta, Cinta kepada kecantikan, Cinta kepada hiburan.






Terlalu banyak perkara yang membuatkan aku telah menduakan cinta ku kepada Mu.

AKU CURANG

Aku telah jauh dariMu.  Aku tidak lagi merasa tenang. Aku tidak lagi merasa kemanisan iman. Aku tidak lagi merasa Aku ini hanyalah seorang HAMBA.

tetapi Kau Maha Pengasih. Kau berikan aku ujian untuk aku sedar. Kau beri aku ujian untuk aku kembali kepadaMu. Kerana manusia tiada tempat bergantung. Hanya kepada Engkau seorang hamba merintih. Kau rindu kepadaku lalu ujian diberikan kepadaku.


Bagaimana mahu ada iman sekuat Umar, Bagaimana mahu ada iman selembut Abu Bakar.

Ya Allah jangan jadikan Dunia ini tempat aku bersandar. jangan lepaskan aku dari rahmatMu. jangan biarkan Aku dalam kelalaian. kerana aku ini hanya manusia yang mempunyai nafsu dan dikelilingi syaitan.

Aku mahu berlari mendapatkan CintaMu ya Allah.


Cinta kepadaMu membuat aku senang. Cinta kepadamu membuat aku kuat. Cinta kepadaMu membuat aku senyum dikala sendu.

satu yang ku sedar, untuk cinta kepadaMu tidak boleh menduakan ia dengan perkara jahilliyah. hanya satu dengan se-ikhlas mungkin.

"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan'." [at-taubah:105]



Sunday, June 2, 2013

Ujian hidup

Assalamualaikum.

Dugaan mematangkan hidup. Allah masih memberi kita dugaan untuk kita naik ketahap yg lebih baik dari sebelum ni. Mana mungkin sifat sabar itu terdidik kalau bukan datangnya ujian dari Allah. Kadangkala Allah memberi kita ujian yang sama kerana kita belum melepasi tahap ujian itu.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?" 
Al-'ankabut: 2

Manusia diuji dengan pelbagai ujian. Ada ujian sakit, ujian rumahtannga, ujian ditipu, dan bermacam-macam ujian. Bersyukurlah kita dalam menghadapi ujian kerana dengan ujian akan mendekatkan kita dengan Allah. Ingatlah bahawa jika kita mengingati Allah pada masa senang, insyaAllah Allah akan mengingati kita pada masa susah. Ketahui lah bahawa bukan anda seorang yang beranggapan anda sahajalah yang diuji, anda sahajalah yang susah dan seolah 'kenapa aku diberi ujian yg sebegini'. Allah lebih mengenal hambanya, daripada hambanya mengenal diri sendri. Allah maha mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.
Bersabarlah wahai manusia. Yakinlah dunia ini sementara, ujian-ujian ini, cara kita mengatasi ujian, semua ini dilihat oleh Allah. Allah melihat kita menangis, Allah melihat kita mengeluh, Allah melihat usaha kita, Allah melihat kita ni hamba yang bagaimana. Allah maha mengetahui setiap isi hati manusia malah

Oleh itu, janganlah rasa penat untuk berdoa, kerana doa itu senjata mukmin. Pada siapa lagi yang kita perlu meminta pertolongan selain daripada Dia. Kita ini hanyalah hamba, tidak berkuasa pada apa pun. Allah boleh melenyapkan dunia dalam sekelip mata, apatah lagi ajal maut kita yg mungkin pada esok hari. Tetapi dalam berdoa bersabarlah. Yakinlah bahawa doa-doa itu akan diperkenankan tetapi sesuai pada masanya. Jika tidak diperkenankan yakinlah bahawa ada yang lebih baik untuk anda.


"Dan kalau Allah menyegerakan keburukan pada manusia seperti permintaan mereka untuk mnyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka.Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka."
Yunus: 11 



ujian itu ada pada semua orang, tetapi yang berlainannya adalah bagaimana kita respon terhadap ujian tersebut

Monday, March 25, 2013

hasad atau iri hati yang dibenarkan

assalamualaikum.

just love this beatiful quote ;)

“Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan  terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Sahih Muslim) “

this remind us to keep humble and only can jealous to the matter that related to jannah. cehh. sebab sapa taknakk masuk sorgaa!!! just remember things that only worth to be valued in dunya is taqwa and iman! taqwa is our clothes! no gucci, no burberry, no blackberry porsche, no berkin, no louboutin, no swaroski on teeth! haha. unfortunately, people nowadays only concerned about view and appreciation of the man himself rather than the view of Allah towards us. kenapa manusia suka pada penghargaan manusia? kerana manusia suka pada pujian yang nyata. sebaliknya manusia yg benar-benar faham akan hakikat dia dijadikan di dunia ini lebih mengharapkan redha daripada Allah. 


just be confident that this dunya is only temporary and this critical phase is only short. so do good deeds and execute the command as the slave of Allah.  


wasalam ;)

Sunday, June 3, 2012

Man In The Mirror

assalamualaikum..

this is song of the day. keep repeating.non-stop. haha =D

I'm starting with the man in the mirror!
I'm asking him to change his ways!And no message could have been any clearer!
If you want to make the world a better place
Take a look at yourself, and then make a change!

I'm going to make a change....for once in my....life.


wanna make ur world even better?? start looking urself in the mirror!! =D

Friday, June 1, 2012

mati itu pasti

assalamualaikum.

Hari Jumaat. penghulu segala hari. mcm2 segala kebaikan yang kita lakukan pada hari ini insyaAllah akan mendapat pahala yang berganda.

Namun, apa yang aku buat hari ini semua serba tak kena. hati tak sependapat dengan perbuatan. otak kata study hati pula keliru, mcm ade something yg perlu di isi. sudah ku dengar bacaan ayat al-quran ketika study, zikir namun tak menjadi. Jika tiada penghalang sudah lama aku mengabdikan diri kpd Allah, sang penciptaku. Sebenarnya ape yang mencelarukan hatiku ini, bermulanya berita kawan sekolahku semasa di mrsm meninggal dunia akibat kemalangan. Sedih kerana, umur yang sebaya dengan aku pergi meninggal kan dunia begitu sahaja. betullah kematian bila-bila sahaja akan berlaku. kita tidak akan mengetahui apa yg berlaku pada hari esok. sesungguhnya aku hanya mampu berdoa agar matiku nanti berada dlm khusnul hotimah dan dapatla aku mengucap dua kalimah syahadah.

rentetan peristiwa itu, dengan tak sengaja nya aku telah mendengar lagu bila waktu telah berhenti by opick. aku mcm terkedu dan ya Allah jika kau tarik nyawaku pada saat ini. apa yang aku ada untuk dipersembahkan kepada-Mu. Amalan aku hanya sedikit, terlalu sedikit, aku malu sebagai hamba-Mu. Belumku tabur jasa budi kepada kedua ibu bapaku. Sungguh aku belum sedia ya Allah.



Sesungguhnya mengingati kepada kematian akan mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. insyaAllah. yang penting mati itu pasti. mati bukan hanya pada usia tua 60-an, esok pun bole mati. Hanya Allah yg tahu, Hanya Allah yang tahu. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: Beribadatlah kamu seperti kamu akan mati pada keesokkan harinya. 

Tuesday, May 29, 2012

kisah nabi sulaiman, pembesar dan malaikat maut

assalamualaikum..

tetibe rase nk share some thoughts what i got from usrah..hehe..(baru skrang nak share.apelaa). after suboh prayer baru terfikir why not i share what i got. so this is just a littlee and very very the little one  of sharing. ada bykkkk lagi.

kat cni got three characters who are Nabi Sulaiman, his pembesar, Malaikat Maut, Izrail.

As we know Sulaiman ni kawan dengan semua makhluk Allah di bumi pada waktu itu. Beliau bole dikatakan sebagai Raja Dunia la pada masa tu. Even dengan awan pun dia bole bagi arahan sebab dia bukan sahaja boleh menguasai bangsa manusia malah bangsa jin, bangsa binatang, angin, awan dan sebagainya. Nak dijadikan cerita, ada beberapa kisah Nabi Sulaiman dan semut yang aku search, al-maklum lah takut tersalah bagi cerita.

KISAH 1: Pada zaman Nabi Sulaiman, semut-semut hidup dengan aman dan damai. Mereka saling tolong-menolong di antara satu sama lain. Setiap pergerakan mereka mesti bersama dan berkumpulan. Sekiranya salah seekor sahaja daripada mereka menjumpai makanan, mereka tetap akan makan bersama. Begitulah kehidupan mereka setiap hari.“Assalamualaikum tuanku,” kata salah seekor daripada pahlawan semut.“Waalaikummussalam,” jawab Permaisuri Semut.“Kenapa kamu datang ke sini dengan tergesa-gesa?” tanya Raja Semut.“Sebenarnya aku mendapat khabar berita bahawa Nabi Sulaiman bersama bala tenteranya menuju ke negara kita. Apa yang harus kita buat, tuanku?” tanya pahlawan semut.Permaisuri Semut itu risau sekiranya angkatan tentera Nabi Sulaiman yang ramai dan besar memijak rakyatnya yang kecil itu. Lalu ia mencari jalan untuk menyelamatkan mereka.Tanpa membuang masa, Permaisuri Semut memanggil pahlawan-pahlawannya untuk membincangkan hal itu. Semut-semut itu berasa hairan melihat Permaisuri Semut kerisauan.
“Beta mendapat khabar bahawa Nabi Sulaiman bersama angkatan tenteranya sedang menuju ke negara kita. Apakah yang patut kita buat demi menyelamatkan negara dan rakyat kita daripada dimusnahkan?” tanya Permaisuri Semut.“Pada pendapat patik, lebih selamat sekiranya kita arahkan semua semut-semut masuk ke dalam sarang. Patik risau semut-semut ini akan dipijak oleh angkatan tentera Nabi Sulaiman,” sahut salah seekor daripada menteri semut.Maka Permaisuri Semut bersetuju dengan cadangan daripada menterinya itu.
Apabila angkatan tentera Nabi Sulaiman sampai ke lembah semut, maka Permaisuri Semut berkata kepada rakyatnya, “Hai semut-semut sekalian! Masuklah kamu ke dalam sarang masing-masing, supaya kamu tidak dipijak oleh Nabi Sulaiman bersama angkatan tenteranya. Mereka tidak menyedari bahawa mereka membawa bencana kepada kamu,” kata Permaisuri Semut.( dapat tengok tak betapa baik nya sang semut ni. tak menyangka bukan2 pun. memang kadang2 manusia tak sedar pun. kecik dan halus sgt semut ni)
Ketika itu Nabi Sulaiman bersama angkatan tentera baginda telah berada di situ. Nabi Sulaiman memandang ke arah Permaisuri Semut sambil tersenyum.“Janganlah kamu takut dan bimbang, angkatan tenteraku tidak akan merosakkan dan memijak lembahmu ini,” kata Nabi Sulaiman.Nabi Sulaiman terus sujud tanda bersyukur kerana Allah telah mengurniakan kepada baginda kebolehan memahami bahasa binatang. Baginda juga berdoa kepada Allah, supaya diberi ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan kepada baginda dan ibu bapa baginda.Nabi Sulaiman juga memohon supaya Allah menempatkan baginda di kalangan orang yang beriman.Lalu baginda mengarahkan angkatan tenteranya melalui jalan yang lain. Nabi Sulaiman bimbang akan terpijak semut-semut di situ. Akhirnya semut-semut itu selamat daripada dipijak oleh Nabi Sulaiman dan angkatan tenteranya.
KISAH 2: Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk meminta pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka. Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.
Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah SWT. Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "kita segera pulang, sebentar lagi Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Nabi Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan. 


source: http://members.tripod.com/isma_il/semut.html

ok sekarang nak start cerita yang sebenar-benarnya.

Pembesar dan Nabi Sulaiman berborak-borak, tetiba pembesar tanya siapakah yang bersama engkau sebentar tadi? 'kenapa?'. jawab Nabi Sulaiman. Sebab tadi dia tengok aku lain macam je. Nabi Sulaiman pun cakap, dia lah Malaikat Maut. Cuak tak cuak lak pembesar ni. Nabi Sulaiman pun berkata dekat pembesar tu sebenarnya Malaikat Maut tu datang sebab ajal kau akan tiba tak lama lagi. Then pembesar tu terus buat request dekat Nabi Sulaiman untuk bantu dia berpindah ke India.

Then Malaikat Maut cakap dekat Nabi Sulaiman, "aku pelik la Sulaiman"

"kenapa?", jawab Nabi Sulaiman.
"kenapa aku ditugaskan untuk mengambil nyawanya di India, padahal tadi ade je orgnya? jawab Malaikat Maut.

fahamlah Nabi Sulaiman kenapa Malaikat Maut ditugaskan sebegitu rupa. Suatu hari Nabi Sulaiman pernah mintak request dekat Malaikat Maut iaitu kalau nak cabut nyawa dia beritahulah kepada dia. Malaikat Maut pun jawab, aku pun tak tahu ajal kau bila. kerana aku tahu ajal manusia pun beberapa detik, saat sebelum ajal manusia tu sampai. Ini bermakna, hanya Allah je yang tahu time bila ajal makhluknya sampai. Dimana kita mati, masa bila kita mati tu semua hanya Allah yang tahu. Itu memang menjadi rahsia Allah selamanya yang termasuk dalam lima perkara pada entry saya yg lepas. So, buat-buat la amal byk2, mati bila2 je.